-->

Berita Terbaru Hari Ini

Ads

TNI

TNI

Daerah

KARAWANG

POLRI

Jumat, 23 Januari 2026

Ratusan Rumah di Desa Kalisari Terendam Banjir Dampak Dari Luapan Air Kali Citamiang

KARAWANG | Mediasinfo.net – Cuaca Ekstrim dan curah hujan yang deras mengguyur wilayah Kabupaten Karawang, menyebabkan ratusan rumah warga di Dusun 4 RT 17 sampai RT 19 Desa Kalisari, Kecamatan Telagasari terendam banjir dengan ketinggian air 50 Cm hingga 1 Meter. Jum'at ( 23/01/2026).

Banjir tersebut disebabkan dampak dari luapan air Kali Citamiang disertai hujan yang terus menerus mengakibatkan 191 rumah, 215 Kepala keluarga, 571 jiwa di dusun 4 Desa Kalisari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang terendam banjir.

Kepala Desa Kalisari Komarudin, A.Md yang akrab disapa Lurah Ucok mengatakan dirinya bersama Babinsa juga tim kesehatan dari Puskesmas Telagasari dan UPTD Pertanian Telagasari turun langsung melakukan pengontrolan pemukiman warganya yang terendam banjir, namun bantuan dari pemerintah belum ada. Ia meminta kepada pemerintah kabupaten karawang untuk segera mengirimkan bantuan logistik untuk warga yang terendam.

"Kami berharap banjir yang merendam dusun 4 segera surut dan kami berharap kepada pemerintah Kabupaten segera mengirimkan  bantuan kepada korban banjir di Desa Kalisari." Ucap Lurah Ucok. 

Komarudin menambahkan, Ia meminta kepada Pemerintah setempat karena ini pendangkalan kali citamiang untuk segera melakukan pengerukan di kali Citamiang sepanjang 2,5 kilo meter karena pengerukan terakhir dilakukan di tahun 2021." Pungkasnya. (Jide).

Jumat, 16 Januari 2026

Prajurit TNI Kodim 0604/Karawang Terjun Langsung Pimpin Aksi Karya Bakti Pembersihan Lahan Untuk KDMP

KARAWANG | Mediasinfo.net – Semangat gotong royong kembali membuncah di tengah masyarakat Karawang. Prajurit TNI dari Kodim 0604/Karawang, Serka Nur Aliansyah terjun langsung memimpin aksi karya bakti pembersihan lahan yang diproyeksikan sebagai lokasi berdirinya Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa, melainkan langkah strategis dalam menyiapkan infrastruktur ekonomi kerakyatan. 

Kehadiran Gerai KDMP di titik tersebut direncanakan menjadi solusi nyata dalam menjaga stabilitas pasokan pangan serta memudahkan akses warga terhadap komoditas pokok.

Serka Nur, yang bertugas sebagai Babinsa Citarik, tampak berada di barisan terdepan bersama warga setempat sejak pagi hari.

Dengan menggunakan alat kerja seadanya, mereka bahu-mambahu membabat rumput liar dan meratakan tanah agar lokasi tersebut siap untuk tahap pembangunan fisik dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan tersebut, Serka Nur menyampaikan bahwa peran Babinsa adalah menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah binaan. 

Ia menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan.

“Kami ingin memastikan bahwa rencana pembangunan Gerai KDMP ini berjalan tanpa hambatan dari segi persiapan lahan. Jika lokasinya bersih dan tertata, proses konstruksi tentu akan lebih cepat dimulai sehingga manfaatnya segera dirasakan warga,” ujar Serka Nur dengan penuh semangat.

Masyarakat sekitar menyambut positif kehadiran anggota Kodim 0604/Karawang di tengah-tengah mereka.

Kehadiran sosok Babinsa dianggap mampu membangkitkan kembali budaya kerja bakti yang mulai memudar, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman selama proses persiapan lahan berlangsung. (Red).

Rabu, 07 Januari 2026

Sejarah Baru, Karawang Jadi Lokasi Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI

KARAWANG | Mediasinfo.net - Kabupaten Karawang menjadi tempat bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada 7 Januari 2026, berlokasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia tak lagi mengimpor beras. 

"Saya umumkan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025. Saat ini cadangan beras Indonesia telah tembus angka 3 juta ton, sehingga tidak memerlukan lagi impor beras," kata Presiden dalam sambutan acara panen raya pada Rabu (7/01/2026).

Ucapan Presiden tersebut disambut riuh tepuk tangan oleh petani, masyarakat dan juga tamu undangan yang hadir. Selain panen raya, Presiden RI juga melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang. 
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Presiden juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut. ***

Kuasa Hukum Debitur Syarif Hidayat, S.H Gugat Bank Mandiri Yang Sudah Melakukan Lelang Secara Sepihak

KARAWANG | Mediasinfo.net - Syarif Hidayat. SH selaku kuasa Hukum Heri selaku Debitur beralamat di Batujaya Kabupaten Karawang yang menggugat Bank Mandiri, KPKNL, dan BPN terkait masalah perbuatan melawan hukum karena yang dilakukan oleh Bank mandiri melakukan lelang secara sepihak. Rabu (7/01/2026).

Permasalahan bermula saat Heri selaku debitur beritikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Pada 17 November 2025, debitur mendatangi kantor bank untuk melakukan pelunasan atau penyelesaian sengketa kredit. Namun, meski proses komunikasi sedang berlangsung, pihak bank diduga tetap memaksakan proses lelang.

Ada beberapa kejanggalan menguat dengan munculnya dugaan pola "pemenang lelang titipan" melalui cara-cara yang dinilai melanggar SOP perbankan seperti Pencarian Pembeli Langsung oleh oknum yang diduga mencari pihak ketiga secara personal di luar prosedur pengumuman lelang resmi, Manipulasi Status dengan menetapkan pembeli tersebut seolah-olah sebagai pemenang sah dan Konspirasi harga yang  diduga ada kesepakatan bawah tangan untuk menjual aset di bawah harga pasar demi keuntungan pribadi.

Sidang Perdana kasus tersebut digelar di Pengadilan Negeri Karawang pada hari ini, Rabu, 7 Januari 2026 yang digelar pukul 14.00 Wib, Berdasarkan pantauan di lapangan, sidang dihadiri oleh pihak Bank Mandiri, KPKNL, dan BPN, namun pihak pembeli lelang justru mangkir dari panggilan persidangan.

Dalam Persidangan Kuasa Hukum debitur, Syarif Hidayat, SH menyatakan dengan tegas bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap Undang-Undang dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Lelang yang dilakukan secara sepihak ini jelas melanggar UU dan peraturan PMK. Kami juga menyayangkan sikap KPKNL yang tidak memberitahukan identitas pembeli lelang kepada penggugat atau debitur. Itu adalah sebuah pelanggaran serius dalam transparansi prosedur lelang," ujar Syarif Hidayat usai persidangan.

Syarif menambahkan bahwa niat baik kliennya pada 17 November lalu seharusnya diakomodasi oleh bank, bukan malah dijawab dengan percepatan lelang yang terkesan dipaksakan dan tidak transparan. (Jide).

Senin, 05 Januari 2026

Bimbingan Perkawinan di KUA Telagasari, Dokter Puskesmas Ingatkan Penularan Penyakit Triple Eliminasi

KARAWANG | Mediasinfo.net - Sebanyak 14 Calon pengantin yang akan melangsungkan akad nikah Januari hingga awal februari 2026, diberikan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Mandiri di awal tahun baru ini. Mereka, selain di beri pemahaman spiritual oleh Penyuluh Agama Fungsional terkait rumah tangga sakinah, para calon pengantin juga menerima materi ancaman penyakit yang berpotensi merusak reproduksi dan kualitas keluarga yang di tekankan menghindarinya. 

"Akad nikah itu mudah, tapi bukan berarti urusan kesehatan di abaikan begitu saja. Maka harus faham tiga penyakit menular yang berpotensi menjangkiti pra nikah bahkan paska nikah atau yang akrab kita sebut Triple Eliminasi, " kata Pejabat Puskesmas Telagasari Sukmawati, Selasa (06/01/2026). 

Tiga penyakit menular tersebut, tambahnya antara lain HIV Aids, Sipilis dan Hepatitis B. Karena itu, menikah bukan untuk mempersulit prosedur, tapi memang ada keharusan di periksa untuk mewujudkan rumah tangga berkualitas, sehat dan bersih. Untuk itu, ia berharap, para calon pengantin selalu terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk menghindari ketiga penyakit tersebut, artinya ketika terjangkit, bukan berarti menikahnya batal atau di tunda, namun harus ada intervensi khusus pengobatan dan perawatan agar penyakit itu tidak menular ke salah satu suami atau istrinya, bahkan lebih jauh pada calon calon anaknya kedepan. 
"Mari bersih lahir batin, terapkan polanya dengan maksimal untuk mewujudkan keluarga yang sehat, " pungkasnya. 

Kepala KUA Telagasari Yus Baharudin S.Ag mengungkapkan, gelaran Binwin mandiri rutin ini di selenggarakan setiap bulan, agar para catin bukan saja siap secara materi untuk hajatan, tetapi juga siap mental dan kesehatannya. Sebab, Binwin bukan saja diberikan motivasi spiritual, tetapi juga kesehatan dari Puskesmas dan juga pencegahan stunting dari Satpel KB. 
"Semoga bekal hasil Binwin ini bermanfaat dan menjadi pelajaran untuk menyiapkan mental lahir batin saat pernikahan maupun paska pernikahan, " pungkasnya. (Red).

Serah Terima Jabatan Camat Telagasari Dari H.M.Komarudin Kepada Sri Redjeki

KARAWANG | Mediasinfo.net - Serah terima jabatan dan pisah sambut Plt.Camat Telagasari juga Sekcam dan Kasie pemerintahan yang digelar langsung di Aula Kantor Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, pada Senin (5/01/2026).

Adapun kegiatan tersebut yang melaksanakan Sertijab diantaranya Plt.Camat Telagasari H.M.Komarudin.FR, SE, Kp, MM kepada Sri Redjeki. S.STP. MM, yang sebelumnya menjabat di Kecamatan Lemahabang, Sekcam Telagasari dari Asep Nurjaman kepada Andri Supriadi. S.Kom, M.M.S.I dan Kasipem dari H.M.Jaelani, S.Ag kepada Susilowati. ST.MM

Kegiatan Serah Terima Jabatan tersebut di hadiri langsung oleh Kapolsek Telagasari, Danramil Telagasari, KUA Telagasari, para kepala desa Se_Kecamatan Telagasari, BPD se_Kecamatan Telagasari dan Ibu-ibu PKK juga tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, H.M. Komarudin.FR, SE, Kp, MM Plt. Camat Telagasari dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf pemerintahan kecamatan Telagasari yang sudah bekerja dengan baik, berkat kekompakan dan kerjasamnya.

"Mudah-mudahan dengan adanya camat yang baru ini, bisa lebih baik dari yang sebelumnya dan saya ucapkan selamat bertugas di kecamatan Telagasari." Ucap Komarudin

Ditempat yang sama Sri Rejeki. S.STP, MM selaku Camat Telagasari yang baru dalam sambutannya Ia mengenalkan dirinya dan mengungkapkan tentang dirinya menjadi PNS dalam mengabdi kepada negara sudah 30 tahun dan Ia pun meminta kepada para kepala desa untuk selalu bekerja sama dengan pihak Kecamatan.

"Saya minta kepada para kepala desa di kecamatan telagasari untuk memasang photo presiden wakil presiden, gubernur wakil gubernur, Bupati dan wakil bupati dan memasang Visi Misi Kabupaten Karawang."Pungkas Sri Rejeki.

Setelah acara kegiatan serah terima jabatan Camat Telagasari dilanjutkan dengan penyerahan stempel kecamatan dan cinderamata serta foto bersama. (Jide).

Minggu, 04 Januari 2026

Meriahkan HAB Ke-88, KUA Telagasari Fasilitasi Lomba Mancing Bagi P3N

KARAWANG | Mediasinfo.net - Rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) Ke 88 dilangsungkan meriah pegawai dan staff KUA Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang, Minggu (04/01/2026). Bersama Pembantu Petugas Pencatatan Nikah (P3N) dari 14 Desa, KUA fasilitasi kegiatan Lomba Mancing Gratis berhadiah.

Kepala KUA Kecamatan Telagasari Yus Baharudin S.Ag saat membuka acara mengatakan, kegiatan mancing gratis ini di gelar dalam rangka memeriahkan HAB Ke 88 Kementrian Agama. Pihaknya sebut Yus, fasilitasi mancing berhadiah tersebut untuk warga KUA Telagasari seperti penyuluh agama, pelaksana, pramubhakti, staff hingga P3N yang jumlahnya sekitar 50 orang. 
Dengan menebar ikan mas 25 Kilogram di Empang Kang UB Desa Pulosari, kegiatan itu berlangsung meriah dan di sambut bahagia karena pihaknya tambah Yus, menyediakan hadiah dan doorprize menarik bagi pemenang mancing terbanyak dan juga yang kedapatan meraih ikan mas warna merah. Alhamdulillah, acara yang di buka pagi hari dan ditutup makan bersama sekitar pukul 12.00 Wib siang, berjalan lancar dan sukses. 

"Mancing itu giat merakyat dan melatih kesabaran, semoga acara HAB ini bermanfaat dan menjadikan seluruh pegawai KUA semakin kompak, solid dan terus menjalin silaturahmi, " katanya. 

Panitia Pelaksana Lomba Mancing yang juga penyuluh agama islam Desa Pulosari, Kana Badrutamam S.Pdi mengatakan, pihaknya sebagaimana arahan KUA menebar 25 Kilogram ikan mas 2 hari sebelumnya di lahan empang seluas 15 x 35 meter. Sebelum mancing di mulai, penegasan aturan di peringatkan, bahwa kegiatan ini khusus di peruntukan bagi pegawai KUA dan P3N, sehingga dilarang menggunakan jasa joki. Penempatan mancing juga di atur berurutan sesuai angka yang sudah di sediakan. Wal hasil, selama lebih dari 5 jam mancing, Juara 1 pemenangnya di tetapkan adalah P3N Desa Cilewo, kemudian juara 2 P3N asal Desa Linggarsari dan Juara 3 adalah P3N asal Desa Pulosari. Sementara Doorprize, di raih P3N asal Desa Kalisari. 

"Kami haturkan terimakasih atas kehadiran seluruh pegawai dan P3N dalam acara ini, semoga membawa keberkahan silaturahmi antara KUA dengan P3N, " pungkasnya.

Minggu, 28 Desember 2025

Cadaskertajaya Menjadi Pilkades Pertama Berbasis Digital dan Berjalan Dengan Lancar Tanpa Ada Kendala

KARAWANG | Mediasinfo.net - Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, mencatat sejarah baru dengan sukses melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang berbasis elektronik digital. Minggu (28/12/2025).

Ketua Panitia Pilkades Cadaskertajaya, Karyadi, menyampaikan sebanyak 2720 warga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar didua dusun. Dalam Pilkades ini tidak dikenal pemilih tambahan. Hanya pemilih yang terdaftar dalam DPT dan membawa undangan resmi berbarcode yang dapat menggunakan hak pilihnya.

"Pilkades berbasis digital pertama ini bejalan dengan lancar, aman dan kondusif, Saya harapkan pilkades berbasis digital dapat menjadi tolak ukur dan percontohan bagi penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Kabupaten Karawang."ujar Karyadi.

Berbeda dari Pilkades konvensional, pemungutan suara dilakukan menggunakan perangkat tablet berbasis layar sentuh. Sistem ini memungkinkan hasil perolehan suara dapat dipantau secara langsung atau real time. Untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, panitia juga menyiagakan tim teknologi informasi (IT) di setiap TPS.

"Alhamdulillah, hingga penutupan pemungutan suara, seluruh proses berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala. Tim IT selalu siaga jika terjadi gangguan teknis, sementara dari hak pilih dari DPT 2720 orang yang hadir ke TPS 2478 orang dan siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan masyarakat dan diharapkan mampu menjadi pemimpin yang amanah, jujur, serta bertanggung jawab,” pungkas Karyadi selaku Ketua Panitia.

Hasil Pilkades Cadaskertajaya nomor urut 1 Ade Wawan Saputra dengan perolehan suara 1.119 sedangkan nomor urut 2 Nurki memperoleh suara 1.269 dan suara yang tidak sah sebanyak 90, Pilkades Cadaskertajaya yang dimenangkan oleh calon nomor urut 2. (Jide).

Sabtu, 27 Desember 2025

Sekda Kab.Karawang Tinjau Langsung Persiapan Pilkades Cadaskertajaya

KARAWANG | Mediasinfo.net - Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan besok minggu 28 Desember 2025 di sembilan Desa yang ada di Kabupaten Karawang.

Sekda Kabupaten karawang Asep Aang Rahmatullah bersama Plt.Camat Telagasari di dampingi oleh Danramil 0409/Telagasari dan Kapolsek Telagasari melakukan pengecekan Tempat pemungutan suara Desa Cadaskertajaya sekaligus mempertanyakan sejauh mana persiapan kepada ketua panitia. Sabtu (27/12/2025).

Pilkades Cadaskertajaya akan dilaksanakan besok dengan dua calon kepala desa yang telah ditetapkan diantaranya Nomor urut 1 Ade Wawan Saputra dan nomor urut 2 Nurki. 

Sementara teknis pemilihan yang sekarang berbasis digital bukan dengan cara mencoblos gambar calon, pemilihan dengan cara digital ini pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Karawang.

Warga Desa Cadaskertajaya yang sudah terdaftar sebagai pemilih di Daftar Pemilih Tetap sebanyak 2720 orang, besok akan berbondong-bondong mendatangi TPS untuk melaksanakan hak pilihnya untuk menentukan siapa pemimpin mereka hingga delapan tahun mendatang.  (Jide).

Kamis, 25 Desember 2025

Aksi Demo Warga Cilewo Berakhir Dengan Penyegelan Kantor Desa

KARAWANG | Mediasinfo.net - Warga Desa Cilewo Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang kembali melakukan aksi demo dikantor Desa. Aksi tersebut dilakukan oleh Forum Masyarakat Cilewo Bersatu (FMCB) yang mempertanyakan sejumlah program pembangunan desa yang diduga bermasalah. Kamis (25/12/2025).

Dalam aksi demo ketua Forum masyarakat Cilewo Bersatu bersama kepala Desa Cilewo, Camat Telagasari, Kapolsek Telagasari, Danramil 0409/Telagasari, Kepala Dinas DPMD Kabupaten Karawang melakukkan audensi di aula Desa Cilewo.

Dalam audiensi tersebut, warga menyoroti beberapa kegiatan yang dinilai tidak transparan, di antaranya pembangunan posyandu, pengadaan mobil ambulans desa, pembangunan drainase, serta dugaan adanya praktik joki dalam kinerja kepala dusun. Kondisi itu memicu asumsi dan kecurigaan tokoh masyarakat terhadap adanya dugaan penyelewengan dana desa.

Salah satu warga yang ikut dalam audensi bersama kepala Dinas DPMD yang didampingi Camat Telagasari mengatakan dirinya meminta untuk menghadirkan oknum LPM, Ketua BPD dan ketua BumDes Desa Cilewo.

"Kami minta untuk menghadirkan LPM, Ketua BPD dan Ketua Bumdes, dari kemaren kami meminta agar menghadirkan orang-orang tersebut sampai sekarang tidak ada hadir." Ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Kepala Desa Cilewo Wulandani dalam audensi mengaku selama menjabat kepala desa, ia diperlakukan seperti boneka, sehingga masyarakat yang mendengarnya menjadi geram. Pengakuan itu diungkapkan Wulandani didepan Kepala DMPD Kabupaten Karawang yang didampingi Camat Telagasari Komarudin.

Setelah melakukan audensi akhirnya kepala desa, camat dan kadis DPMD menuruti dan menyetujui tuntutan warga yang dituangkan dalam surat pernyataan dan langsung ditanda tangani oleh kepala desa cilewo, Camat Telagasari, kepala Dinas DPMD Kabupaten Karawang, Danramil Telagasari dan ketua Forum.

Setelah audensi ditutup Wulandani selaku kepala desa cilewo menemui warganya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat cilewo terkait podcast, dirinya pun memberitahu kepada warganya tentang pelayanan umum desa cilewo sementara di alihkan ke kecamatan. 

"Pelayanan Desa Cilewo sementara di alihkan ke Kecamatan Telagasari." Pungkas Wulandani selaku Kades Cilewo.

Setelah Wulandani meminta maaf kepada masyarakatnya, Warga pun langsung melakukan penyegelan kantor desa cilewo. (Jide).

Rabu, 24 Desember 2025

Personel Gabungan Siap Amankan Nataru di Pedes, Fokus Sinergi Tiga Pilar

KARAWANG | Mediasinfo.net – Kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Kecamatan Pedes, Karawang, telah dipastikan.

Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Pengecekan Personel yang digelar pagi ini, Rabu, (24/12/2025).

Apel siaga tersebut dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Desa Payungsari dan dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB.

Danramil 0405/Pedes, Kapten Chk Oman Adiana Saputra, S.H. memastikan komando atas mengetahui kesiapan di lapangan.

Kapten Chk Oman Adiana Saputra, S.H., menekankan pentingnya kolaborasi tiga pilar dalam pengamanan ini.

Kegiatan apel dihadiri lengkap oleh Camat Pedes, Kapolsek Pedes, serta perwakilan instansi pendukung lainnya.

"Kuat personel yang kami siagakan mencapai 30 orang dari berbagai unsur, siap menjaga ketertiban umum," tegas Kapten Oman.

Personel tersebut mencakup kekuatan dari Koramil dan Polsek Pedes, serta didukung oleh Pol PP, Kesehatan, BPBD, dan Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kapten Oman menambahkan bahwa kehadiran tim lengkap ini menunjukkan komitmen untuk memberikan rasa aman.

"Selama giat berlangsung, kami pastikan dalam keadaan aman dan kondusif. Ini adalah cerminan sinergi yang kuat di Pedes," pungkasnya.

Pengerahan 30 personel gabungan ini diharapkan mampu mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan selama perayaan Nataru 2026. (red).

Puluhan Personel Gabungan Amankan Rest Area KM 62 Cikampek Menjelang Nataru 2026

KARAWANG | Mediasinfo.net – Operasi pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kabupaten Karawang telah memasuki fase siaga penuh.

Pengamanan dipusatkan pada jalur vital di Pos Pengamanan (Pos PAM) Rest Area KM 62 Ruas Tol Cikampek-Jakarta.

Kapten Inf Suryadi, selaku Danramil 0412/Klari, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel gabungan telah dimulai secara disiplin pada hari Rabu, 24 Desember 2025.

"Tepat pada Pukul 08.00 Wib, seluruh personel telah bersiaga penuh di Pos PAM Rest Area KM 62," ujar Kapten Inf Suryadi pada Rabu (24/12/2025).

Sambungnya, pengamanan mencapai 14 personel dari berbagai unsur, yang siap melayani masyarakat.

"Kami fokus pada pengamanan dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang melaksanakan liburan Natal dan Tahun Baru 2026," tegasnya.

Personel gabungan tersebut mencakup unsur Polres Karawang, Polsek Purwasari, Koramil 0412/Klari, Koramil 0410/Pangkalan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ia menjelaskan, tugas utama yang dilaksanakan meliputi siaga di pos dan memberikan pelayanan prima, mulai dari antisipasi keamanan hingga bantuan darurat.

Hingga laporan disampaikan pagi ini, Kapten Suryadi memastikan kondisi di lapangan sangat terkendali.

"Selama giat berjalan aman dan lancar," tutupnya, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa jalur mudik Nataru di Karawang kondusif. (red).

Jumat, 19 Desember 2025

Resmi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Sang Ayah Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Ijon Proyek


BEKASI | Mediasinfo.net -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi pada Sabtu (20/12/2025). 

Selain Bupati, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu HM Kunang selaku ayah Bupati, dan Sarjan selaku pihak swasta.

Diketahui, Bupati Ade dan ayahnya ditangkap bersama delapan orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025). 

"Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu ADK (Ade Kuswara Kunang), HMK (HM Kunang), dan SRJ (Sarjan),” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu.

Asep mengatakan, kasus suap ini bermula setelah Ade Kuswara terpilih sebagai Bupati Bekasi, menjalin komunikasi dengan Sarjan selaku pihak swasta penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Dari komunikasi tersebut, dalam rentang satu tahun terakhir, Bupati Ade rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara HM Kunang. “Total ‘ijon’ yang diberikan oleh Sarjan kepada Bupati Ade bersama-sama HM Kunang mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” ujarnya.

Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, Bupati Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar. Dalam operasi senyap ini, KPK mengamankan barang bukti di rumah Bupati Ade berupa uang tunai senilai Rp200 juta.

Atas perbuatannya, Bupati Ade Kuswara bersama-sama HM Kunang selaku pihak penerima disangkakan Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang TPK juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Sementara, Sarjan selaku pihak pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang TPK. ***

Suber : Kompas

Kamis, 18 Desember 2025

PMII Peringatkan Bupati dan Sekda Karawang Atas Tidak Optimalnya Realisasi Anggaran Disdik dan Dinas Pertanian

KARAWANG | Mediasinfo.net - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyampaikan WARNING AKADEMIS kepada Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang atas tidak optimalnya realisasi anggaran pada Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian, dua Organisasi Perangkat Daerah strategis yang bersentuhan langsung dengan hak dasar masyarakat serta masa depan pembangunan daerah.

PMII menilai bahwa realisasi anggaran yang hanya berada di kisaran 70 persen pada kedua dinas tersebut tidak dapat dibenarkan dan tidak layak disebut sebagai keberhasilan kebijakan. Dalam perspektif kebijakan publik dan hukum administrasi negara, kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian program yang telah direncanakan dan disahkan melalui APBD gagal dijalankan secara efektif, sehingga merugikan masyarakat luas.

Pada sektor pendidikan, rendahnya realisasi anggaran berimplikasi serius terhadap terhambatnya pemenuhan hak konstitusional warga negara atas pendidikan yang layak, mulai dari kualitas sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, hingga dukungan terhadap tenaga pendidik sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, pada sektor pertanian, PMII menilai persoalannya jauh lebih fundamental. Karawang merupakan lumbung padi nasional dengan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan posisi strategis tersebut, petani seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan dan perawatan infrastruktur pertanian.

Tidak optimalnya realisasi anggaran Dinas Pertanian berdampak langsung pada mandeknya pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, sarana pascapanen, serta dukungan produksi pertanian. Padahal, infrastruktur pertanian merupakan kunci peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, serta instrumen utama dalam pengentasan kemiskinan struktural di Karawang.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Cabang PMII Karawang menegaskan:

“Karawang adalah lumbung padi nasional. Ketika anggaran pertanian tidak direalisasikan secara optimal, maka yang dikorbankan bukan hanya program, tetapi nasib petani dan arah pembangunan daerah. Jika sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar justru diabaikan, maka wajar jika kemiskinan terus direproduksi dari tahun ke tahun.”

Ia menambahkan:

“Pendidikan dan pertanian adalah fondasi. Jika dua sektor ini gagal dikelola secara serius, maka pembangunan Karawang akan berjalan tanpa arah dan hanya melahirkan ketimpangan sosial baru.”

Dalam kerangka good governance, pengelolaan APBD wajib berlandaskan asas efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, PMII menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat direduksi sebagai kesalahan teknis dinas semata, melainkan merupakan persoalan struktural yang mencerminkan lemahnya fungsi perencanaan, pengendalian, dan pengawasan kebijakan di tingkat pimpinan daerah.

Atas dasar tersebut, PMII secara tegas memperingatkan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang untuk:

1. Melakukan evaluasi menyeluruh, objektif, dan terbuka terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian;

2. Mengambil langkah korektif serta menjatuhkan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila ditemukan kelalaian dan kegagalan kinerja;

3. Menjamin keterbukaan data dan informasi realisasi anggaran sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Sebagai penutup, Ketua Cabang PMII menegaskan komitmen organisasi:

“PMII berkomitmen membangun kota dan merawat desa sebagai satu kesatuan pembangunan yang berkeadilan. Ketika pendidikan terhambat dan petani terabaikan, maka yang gagal bukan hanya program, tetapi arah pembangunan itu sendiri. Karawang tidak membutuhkan slogan, melainkan kebijakan yang nyata, berpihak pada rakyat, dan bertanggung jawab secara hukum dan moral.”

PMII menegaskan bahwa WARNING AKADEMIS ini merupakan bentuk tanggung jawab intelektual dan kontrol demokratis mahasiswa untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berada dalam koridor hukum, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas. (Rul/red).

Rabu, 10 Desember 2025

Seorang Kakek Dituduh Mencabuli Anak Dibawah Umur, Keluarga Menduga Berawal dari Konflik Sengketa Tanah

KARAWANG | Mediasinfo.net – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan ke Polres Karawang pada 11 September 2025 kini menyisakan tanda tanya besar di kalangan tetangga. Selasa (9/12/2025).

Seorang kakek inisial W berusia 63 tahun dilaporkan oleh Nenek korban, Ibu inisila C, atas tuduhan mencabuli cucunya, Ats (7). Namun, pihak keluarga kakek W dan beberapa tetangga menduga laporan ini adalah fitnah yang berakar dari perselisihan pribadi dan sengketa air got.

​Kronologi Tuduhan pencabulan ini diduga terjadi pada 9 Agustus 2025. Ibu C kemudian melaporkan Kakek W ke Polres Karawang sebulan kemudian, tepatnya pada 11 September 2025. ​Menurut keterangan beberapa tetangga yang enggan disebutkan namanya, konflik antara Kakek W dan Ibu C sudah berlangsung sejak sebelum tuduhan pencabulan mencuat.

​Sekitar bulan Juli 2025, dikabarkan terjadi perselisihan sengit antara kedua belah pihak terkait pembuangan air got atau air kotoran dari kamar mandi milik Ibu C yang dialirkan ke lahan milik Kakek W. Peneguran ini bahkan terjadi saat Kakek W sedang sibuk mempersiapkan acara hajatan pernikahan anaknya.

​Persoalan Uang Rp50 Ribu: Perselisihan lain terkait uang senilai Rp50.000. Diceritakan bahwa korban, Ats pernah mengambil uang tersebut dari saku baju Kakek W. Saat dikejar ke rumahnya, Ibu C disebut-sebut tidak terima. Pihak keluarga Kakek W menduga kejadian ini dipelintir oleh Ibu C, dengan narasi bahwa uang Rp50.000 adalah uang suap yang diberikan W agar Ats bersedia dilecehkan.

​"Kami sangat yakin ini fitnah keji. Berawal dari air got itu, dan masalah uang 50 ribu yang dicuri lalu diputar balik seolah uang sogokan untuk cabul. Sungguh jahat sekali menuduh orang setua itu hanya karena dendam," ujar seorang tetangga yang dekat dengan Kakek W.

​Hukum Harus Menjadi Penengah ​Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Karawang. Publik menantikan proses hukum yang adil dan transparan untuk membuktikan kebenaran di balik laporan ini. 

Di satu sisi, penting untuk memastikan perlindungan terhadap korban anak, namun di sisi lain, dugaan fitnah yang berlandaskan konflik pribadi harus diselidiki secara mendalam untuk mencegah salah tangkap dan pencemaran nama baik.

​Pihak Kakek W berharap kepolisian dapat menelusuri motif pelaporan secara menyeluruh, termasuk dugaan adanya dendam pribadi yang mendasari tuduhan serius ini. (***).

Selasa, 09 Desember 2025

TNI Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Plat Besi, Gantikan Jembatan Bambu Rapuh

KARAWANG | Mediasinfo.net - Akses penting yang selama ini menjadi urat nadi dua kabupaten, Karawang dan Bogor, akhirnya diperkuat. Puluhan Prajurit TNI dari Kodim 0604/Karawang bersama masyarakat di dua desa perbatasan menggelar aksi gotong royong besar-besaran untuk membangun jembatan gantung permanen.

Jembatan ini merupakan penghubung utama antara Desa Cikutamahi (Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor) dan Desa Medalsari (Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang).

Sebelumnya, jembatan tersebut hanya berupa struktur bambu yang rapuh, berisiko tinggi, dan rentan rusak akibat cuaca.

Danramil 0401/Pangkalan, Kapten Inf Sukarya, menegaskan komitmen TNI dalam memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.

"Kami hadir bersama masyarakat untuk mengubah struktur yang sebelumnya hanya bambu. Ini tidak layak dan sangat berbahaya bagi warga yang melintas sehari-hari," ujar Kapten Sukarya saat ditemui di lokasi pembangunan Rabu( 10/11/2025).

Menurutnya, jembatan baru ini akan dibangun menggunakan material yang jauh lebih kuat, yakni plat besi, menjadikannya jembatan gantung yang kokoh dan tahan lama.

"Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami tidak hanya fokus pada pertahanan, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur yang mendesak. 

Kami memastikan jembatan ini aman dan berfungsi optimal bagi aktivitas pendidikan, kesehatan, dan terutama pergerakan ekonomi masyarakat di perbatasan," tambah Danramil.

Pembangunan jembatan ini disambut antusias oleh warga dari Desa Cikutamahi maupun Desa Medalsari. 

Gotong royong terlihat jelas, di mana warga bergiliran membantu prajurit mengangkut material, memasang rangka, dan mempersiapkan fondasi.

Jembatan yang kuat dan permanen ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi di dua desa tersebut.

Kodim 0604/Karawang berkomitmen untuk mengawasi dan menyelesaikan proyek ini secepat mungkin agar masyarakat dapat segera menikmati akses yang aman dan layak. (red).

Syarif Hidayat Kuasa Hukum Neni Bacakan Nota Pembelaan di Persidangan

KARAWANG | Mediasinfo.net - Kasus dugaan penggelapan mobil yang dituduhkan kepada Neni seorang ibu menyusui yang sempat menyita perhatian publik kini memasuki babak pembelaan dalam persidangan pidana di mana penasihat hukumnya Syarif Hidayat, SH membacakan nota pembelaan (pledoi/pleidoi) sebagai tanggapan atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), bertujuan untuk membantah dakwaan, memohon keringanan hukuman, atau bahkan pembebasan dengan menyajikan argumen hukum dan fakta yang meringankan terdakwa. Selasa (9/12/2025).

Sebelumnya, Neni dalam kedudukan sebagai tersangka sempat menjadi tahanan pengadilan negeri Karawang. Kuasa hukum Neni mengajukan permohonan agar kliennya tidak ditahan, mengingat tersangka sedang memiliki anak yang masih kecil dan masih membutuhkan susu ibunya sebagai asupan pokok. Hakim mengabulkan permohonan tersebut, dengan membebaskan Neni selama persidangan.

" Sidang pembelaan klien kami sodara Neni dengan membacakan nota pembelaan yang intinya pernyataan hukum bahwa dalam kasus ini terdakwa tidak memiliki niat jahat (mensrea) sehingga patut majlis hakim memberikan putusan bebas dari segala tuntutan." Ucap Syarif Hidayat kepada mediasinfo.net usai sidang.

Neni didakwa dengan tuduhan pelanggaran Undang-undang Jaminan Fidusia (UU Nomor 42 tahun 1999) pasal 36 dengan tuntutan hukuman percobaan selama 3 bulan. Neni saat ini tidak ditahan. (Jide).

Rabu, 03 Desember 2025

Dukung Ketahanan Pangan Lokal, BUMDes Anggadita Bersama Polri Lakukan Panen Raya Jagung Hibrida

KARAWANG | Mediasinfo.net - Program ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang, menunjukkan hasil nyata dengan dilaksanakannya panen raya jagung hibrida. 

Kegiatan yang berlokasi di Dusun Sukajaya ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Anggadita Juara, Pemerintah Desa, dan Kepolisian Sektor (Polsek) Klari.

Panen ini menjadi simbol keseriusan Desa Anggadita dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan yang tahun ini mencakup sektor perikanan, pertanian, perkebunan jagung, dan peternakan domba.

Yusup Zayadi, Ketua BUMDes Anggadita Juara, menegaskan pentingnya program ini bagi kesejahteraan warga.

"Program ketahanan pangan di bumi Anggadita pada tahun 2025 ini merupakan kolaborasi antara BUMDes, Pemerintah Desa, dan instansi Polri, khususnya Polsek Klari, untuk bisa panen jagung hibrida. Program ketahanan pangan tahun ini terdiri dari perikanan, pertanian, perkebunan jagung, dan hewan ternak domba," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

 "Keterlibatan masyarakat dalam BUMDes ini sangat penting. Program ini cukup mendukung ekonomi, dan menjadi wadah yang sekiranya bisa membantu kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang ekonomi," tegasnya.

Salah satu petani pengelola, Pak Udi, menjelaskan proses penanaman yang memakan waktu cukup lama.

"Seumur jagung ini hampir menelan waktu tiga bulan setengah. Kalau cuaca panasnya bagus, bisa 100 hari (panen). Kalau dibanding dengan biaya, memang cukup lumayan. Jagung hibrida ini khusus digunakan untuk pakan ternak, seperti pakan ayam dan merpati. Tidak bisa untuk konsumsi manusia, paling hanya bisa buat campuran kopi seperti yang sering kita dengar," jelas Pak Udi.

Pak Udi menambahkan bahwa dibandingkan jagung manis yang hanya memerlukan dua bulan setengah, masa tanam jagung hibrida lebih lama. Namun, jagung jenis ini disebut memiliki keunggulan karena tidak rentan terhadap hama.

Penanaman jagung hibrida ini merupakan pengalaman pertama (pemula) di lahan Dusun Sukajaya. 

Lahan yang dipanen hari ini adalah seluas 1.500  meter persegi. Selain itu, ada juga lahan milik warga lain seluas sekitar 2.500 hingga 3.000 meter persegi yang turut serta dalam program ini.

Program ini didukung penuh oleh berbagai pihak. "Kami dibantu oleh Polsek, BUMDes, dan dari Bulog juga katanya akan menerima hasilnya. Kami juga didorong dan dibantu dengan obat-obatan serta pendampingan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dari Dinas Pertanian," tutup Pak Udi.

Sinergi antara BUMDes Anggadita Juara, Pemerintah Desa, dan aparat penegak hukum dalam program ketahanan pangan ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain dalam upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. (jide).

Kapolda Jabar Tinjau Langsung Kesiapan Nataru 2026 di Simpang Jomin

KARAWANG | Mediasinfo.net - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Pengaturan Lalu Lintas (Gatur) Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, pada Rabu (3/12/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan jalur serta personel gabungan dalam rangka pengamanan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam Operasi Lilin Lodaya 2025.

Kapolda Jabar didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar dan disambut langsung oleh sejumlah tokoh penting daerah, termasuk Bupati Karawang H. Aep Saepuloh, SE.,

Hadir pula Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.K.P., M.Si., serta perwakilan dari TNI, Dandim 0604/Karawang Letkol INF Naryanto dan
Danramil 0406/CKP Kapten Inf. Encep Sumarna.

Dalam arahannya, Irjen Pol. Rudi Setiawan menekankan dua poin utama bagi seluruh personel yang akan bertugas.

"Kami datang untuk memastikan jalur dan kesiapan jajaran kepolisian. Saya tegaskan, kedisiplinan personel adalah yang utama. Selain itu, sinergi antar instansi harus kuat," katanya.

Kapolda menambahkan, "Ini penting untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas, meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mengatasi potensi bencana selama Ops Lilin Lodaya," ujar Kapolda.

Simpang Jomin yang merupakan salah satu titik krusial di jalur Pantura menjadi fokus utama pengecekan. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan bingkisan kepada personel gabungan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

Sementara itu, perwakilan dari TNI, Kapten Inf. Encep Sumarna, menegaskan komitmen jajaran Kodim 0604/Karawang dan Koramil untuk mendukung penuh upaya pengamanan Nataru.

"Kami dari TNI, khususnya Kodim 0604/Karawang, siap bersinergi 100% dengan Polri dan instansi terkait lainnya dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru," katanya.

Sambungnya, Keterlibatan TNI adalah wujud soliditas kami dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

"Kami akan all-out membantu memastikan kelancaran arus, termasuk membantu penanganan situasi darurat dan potensi bencana di Karawang," tegas Kapten Inf. Encep Sumarna mewakili Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto.

Kunjungan kerja ini menegaskan kolaborasi solid antara Pemerintah Daerah, Polri, dan TNI di Karawang dalam menyambut periode libur akhir tahun, dengan harapan masyarakat dapat merayakan Nataru 2026 dengan aman, nyaman, dan lancar. (Jide).

Senin, 01 Desember 2025

Hari KORPRI di Karawang Memanas, Purna ASN Ngamuk Terkait Uang Kadeudeuh Yang Berkurang

KARAWANG | Mediasinfo.net - Peringatan Hari KORPRI di Kabupaten Karawang, Senin (1/12/2025), berlangsung panas setelah ratusan purna ASN melayangkan protes keras terkait besaran uang kadeudeuh yang mereka terima. Dalam pertemuan di Galeri Bale Indung, sejumlah purna ASN menilai jumlah Rp7 juta yang diberikan tidak sesuai dengan informasi sebelumnya bahwa mereka seharusnya menerima Rp14 juta.

Ketidakpuasan tersebut memunculkan luapan emosi. Ketua KORPRI Karawang, H. Asip Suhendar, bahkan sempat menjadi sasaran kemarahan. Seorang purna ASN tampak menunjuk-nunjuk Asip sambil menuntut agar hak mereka dipenuhi sesuai besaran yang dianggap telah menjadi ketentuan sebelumnya.

Seorang purna ASN asal Jatisari, Asep, menyampaikan kekecewaannya lantang.
“Yang dulu-dulu juga 14 juta. Ini kenapa jadi 7 juta? Sisanya ke mana?” ujarnya.

Kemarahan para purna ASN memuncak hingga mereka mengancam akan melaporkan persoalan ini kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, jika tidak ada penjelasan dan penyelesaian yang jelas dari pihak KORPRI maupun Pemkab Karawang.

Sebelumnya, Sekretaris KORPRI Karawang, Gerry S. Samrodi, memberikan penjelasan bahwa keputusan pemberian Rp7 juta dilakukan berdasarkan kemampuan anggaran.

“Ini bukan dari iuran bulanan mereka selama menjadi ASN. Ini hanya kadeudeuh, bentuk apresiasi kami. Karena melihat efisiensi anggaran, hanya bisa diberikan sebesar 7 juta,” jelas Gerry.

Hingga kini, para purna ASN menunggu tindak lanjut resmi dari KORPRI maupun Pemkab Karawang, sembari berharap persoalan ini segera diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan lanjutan di tengah momentum Hari KORPRI. (red).

MAJALENGKA

JAKARTA

© Copyright 2019 Mediasinfo.net | All Right Reserved